KANTOR MAYA (VIRTUAL OFFICE) |
1.PENGERTIAN KANTOR MAYA
Kantor
Maya ( Virtual office ) adalah suatu konsep yang mengenalkan pekerjaan kantor
yang dilaksanakan secara virtual dengan jalan membangun suatu link antara
pekerja yang satu dengan yang lainya di tempat yang berbeda unuk
menyelesaikan pekerjaan kantor, biasanya link-link ini saling berhubungan
dengan memanfaatkan sitem komunikasi elektrik. Dengan memanfaatkan visual
office maka pekerjaan tidak perlu dilaksanakan di kantor tetapi cukup dirumah
atau di lokasi tertentu.
|
2.KARAKTERISTIK KANTOR MAYA
Kemampuan otomatisasi perkantoran
untuk menghubungkan orang secara elektronik telah membuka cara baru melakukan
pekerjaan kantor. Bahkan otomatisasi perkantoran membuat pekerjaan kantor
tidak perlu dikerjakan dikantor. Sebaliknya, pekerjaan tersebut dapat
dilakukan dimanapun saat itu pegawai berada. Adapun karakteristik dari
Virtual Office. Sebagai berikut :
A. Melintas Batas
Perubahan suatu lingkungan
bisnis menurut suatu perusahaan atau organisasi untuk lebih fleksibel didalam
melakukan kegiatan produksinya. Untuk itu, perusahaan harus menghasilkan
produk yang berkualitas dan sesuai dengan keinginan penggunanya, sehingga
dibutuhkanlah kolaborasi antar organisasi untuk menentukan minat dari
pengguna suatu produk. Dari sinilah terbentuk Virtual Organisasi yang
memiliki peranan penting.
B. Berbagai sumber daya (Resources)
Misalnya, toko buku online pustaka
yang menjual macam buku online. Pustaka bekerja sama dengan perusahaan lain
untuk mendapatkan stok yang selanjutnya dijual melalui pustaka. Sama halnya,
ketika kita menjual buku dari pustaka, kita tidak memiliki buku yang kita
jual secara fisik.
C. Wilayah yang tersebar
Misalnya, dalam pengembangan
software, kita berada di Indonesia dan bekerja pada pukul 8 Am sampai 16 Am.
D.Anggota yang tidak tetap
Didalam virtual organisasi, seseorang
bisa saja berhenti dalam melakukan sharing resovice, apalagi ketika tujuan
mereka telah terlaksana.
|
3.KOMPONEN KANTOR MAYA
Adapula komponen
yang mengisi kehidupan Virtual Office, diantaranya adalah :
a.Virtual knowledge worker
yaitu seorang “personal multimedia” yang menguasai berbagai aplikasi
teknologi informasi, mempunyai berbagai ketrampilan (multiskill), terdidik
dan memiliki pengetahuan yang tinggi. Seorang individu yang efektif memiliki
adaptasi, kreativitas dan inovasi yang tinggi dalam mengelola berbagai
pekerjaan menjadi efektif. Sehingga ia memiliki tingkat keberhasilan survive;
keberhasilan kreativitas dan inovasi; serta keberhasilan adaptasi yang tinggi
(Sange, 1990). Hal ini dapat ia lakukan dengan kemampuannya dalam belajar
tentang efisiensi (learning efficiency) yang tinggi.
b.Virtual teamwork yaitu suatu
tim yang terbentuk dari penggabungan hight-tech dan hight-tauch yang memiliki
performance tinggi. Bill Gates (1999) menjelaskan tentang virtual teamwork
sebagai tim yang terdiri atas individu-individu yang mampu bekerjasama secara
efektif, saling membangun gagasan bersama, dan mampu bertindak sesuai dengan
tujuan bersama melalui suatu sistem syaraf digital (digital nervous system).
Virtual teamwork mempunyai corporate IQ yang tinggi hal ini karena
kemampuannya meleburkan diri pada misi dan visi tim dan kemampuannya membuang
ego-nya.
c.Integrated complexs networks
intelligence yaitu kemampuan tinggi untuk berintegrasi dalam hubungan yang
komplek dan saling silang menyilang dalam jaringan kerja cerdas. Integrasi
ini dicapai karena setiap organisasi saling tergantung akan dukungan sumber
daya dari organisasi lain. Sehingga setiap organisasi memiliki kemampuan berpikir
sistematik tinggi (system thinking). Gates (1999) menjelaskan system thinking
sebagai cara berpikir menyeluruh dalam menilai sesuatu yang akan menghasilkan
pemandangan terhadap sesuatu menjadi efektif. Setiap organisasi virtual akan
merasa menjadi bagian dari sistem dan perannya menentukan kestabilan dari
sistem networks intelligence.
d.Complexs matrixs structure
yaitu struktur organisasi yang saling silang menyilang dan mendatar. Struktur
organisasi ini terintegrasi dalam suatu sistem informasi, sangat terbuka
(transparant), real time, sangat fleksibel dan tanpa dinding (without wall).
Struktur berikut ini sebagai suatu infrastructure dimana didalamnya hubungan
komando dalam organisasi telah hilang. Hubungan antar unit dalam organisasi
berdasarkan kolaborasi yang seimbang. Tidak ada satu pihak yang memerintah
dan pihak lain yang diperintah akan tetapi hubungan didasarkan atas
masing-masing pihak mempunyai otonomi sumber daya.
e.Faster learning organization
yaitu organisasi yang mempunyai kecepatan belajar sangat tinggi. Organisasi
virtual dibangun atas kemampuannya yang tinggi untuk belajar beradaptasi dan
proaktif terhadap perubahan lingkungannya. Hal ini dicapai melalui
pengetahuan organisasi yang terus menerus setiap waktu di perbaharui melalui aplikasi
teknologi informasi yang canggih.
|
4.STRATEGI KANTOR MAYA
Beberapa strategi yang dapat dilakukan untuk menerapkan
kantor maya adalah sebagai berikut :
1.Menyediakan
sumber daya komputer.
2.Menyediakan
sarana akses ke sumber daya informasi.
3.Menyediakan
perlengkapan nonkomputer.
4.Menyiapkan
sarana telepon yang dapat di-forward(dialihkan).
5.Menyediakan
kelengkapan untuk panggilan konferensi.
6.Membuat
jadwal pertemuan reguler.
7.Melaksanakan
urut-urutan pekerjaan secara teratur.
|
5.BENTUK KANTOR MAYA
Hotelling merupakan suatu metode yang mendukung konsep
dari kantor maya dimana perusahaan menyediakan fasilitas sentral yang dapat
dipakai bersama-sama oleh pegawai karena kebutuhan akan ruang kantor dan
sarana penunjang kantor lainnya terus meningkat.
Telecommuting adalah berfokus pada sekelompok pegawai
kantor yang dapat melakukan semua pekerjaan mereka dirumah. Telecommuting
berarti susunan karyawan yang dapat menikmati fleksibilitas dalam lokasi dan
kerja. Dengan kata lain, setiap hari pulang-pergi ke tempat kerja digantikan
oleh telekomunikasi link.
|
Macam-Macam Sistem Penyimpanan Arsip Macam sistem penyimpanan arsip ada 5 (lima) sistem yaitu: a. Sistem Abjad (Alphabetical Filling System) : adalah salah satu sistem penataan berkas yang umumnya dipergunakan untuk menata berkas yang berurutan dari A sampai dengan Z dengan berpedoman pada peraturan mengindeks. Umumnya dipakai untuk arsip yang dasar penyusunannya dilakukan terhadap nama orang, nama perusahaan/ organisasi, nama tempat, nama benda dan subjek masalah. Nama-nama diambil dari nama si pengirim (surat masuk) dan nama alamat yang dituju (surat keluar). Contoh berdasarkan abjad b. Sistem Masalah/Perihal (Subject Filling System ) : Adalah salah satu sistem penataan berkas berdasarkan kegiatan-kegiatan yang berkenaan dengan masalah-masalah yang berhubungan dengan perusahaan yang menggunakan sistem ini. Contoh berdasarkan masalah c. Sistem Nomor (Numerical Filling System) : Adalah s...
