Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label OTKK

M. PROSES PENYUSUNAN ANGGARAN | OTKK | 14

  PROSES PENYUSUNAN ANGGARAN Berikut ini terdapat beberapa proses penyusunan anggaran, yaitu sebagai berikut:   1. Departemen Anggaran Departemen anggaran adalah departemen yang bertugas mengadministrasikan aliran informasi sistem pengendalian melalui anggaran, fungsi : Menerbitkan prosedur dan formulir untuk penyusanan anggaran mengkoordinasikan dan menerbitkan setiap asumsi-asumsi dasar yang dikeluarkan kantor pusat untuk digunakan dalam menyusun anggaran Menjamin bahwa informasi di komunikasikan secara wajar diantara unit-unit organisasi yang saling berhubungan. Membantu pusat-pusat pertanggung jawaban didalam menyusun anggaran Menganalisis usulan anggaran dan membuat rekomendasi, pada penyususan anggaran dan manajemen puncak. Menangani proses pembuatan repisi anggaran selama tahun tersebut Menganalisis laporan prestasi sesungguhnya dibandingkan anggarannya, menginterprestasiakan hasilnya dan menyiapkan la...

L. MENERAPKAN PENERIMAAN ANGGARAN

  MENERAPKAN PENERIMAAN ANGGARAN A. MEMAHAMI PENERIMAAN ANGGARAN Pengertian Pendapatan Pendapatan adalah seluruh penerimaan baik berupa uang maupun berupa barang yang berasal dari pihak lain maupun hasil industri yang dinilai atas dasar sejumlah uang dari harta yang berlaku saat itu. Pendapatan merupakan sumber penghasilan seseorang untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari dan sangat penting artinya bagi kelangsungan hidup dan penghidupan seseorang secara langsung mau pun tidak lagsung (Suroto, 2000). Menurut PSAK No.23 paragraf 06 Ikatan Akuntan Indonesia (2010;23.2),  menyatakan bahwa: “Pendapatan adalah arus kas masuk bruto dari manfaat ekonomi yang timbul dari aktivitas normal perusahaan selama suatu periode bila arus masuk tersebut mengakibatkan kenaikan ekuitas, yang tidak berasal dari kontribusi penanam modal”. B.  FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN 1.     modal Berdasarkan sumbernya, modal dapat dibedakan menjadi modal sendiri da...

K. MENGENAL MANAJEMEN KAS

MENGENAL MANAJEMEN KAS Manajemen kas adalah proses pengumpulan dan pengaturan kas perusahaan. Selain itu manajemen kas juga meliputi proses pemanfaatan kas untuk investasi jangka pendek maupun jangka panjang. Manajemen kas merupakan kunci dalam menjaga stabilitas dan solvabilitas (kesanggupan untuk membayar utang) perusahaan. Bendahara perusahaan atau manajer keuangan seringkali bertanggung jawab terhadap keseluruhan manajemen kas dan tanggung jawab lainnya yang berkaitan dengan kesanggupan membayar utang. Agar lebih memahami manajemen kas maka harus memahami arus kas berikut penjelasan arus kas. Arus Kas Menurut Ikatan Akuntansi Indonesia definisi arus kas adalah “Arus kas adalah arus masuk dan arus keluar atau setara kas” Dari definisi diatas dapat kita ketahui bahwa arus kas merupakan jumlah kas yang mengalir masuk dan keluar dari suatu perusahaan dalam suatu periode tertentu. Dengan kata lain, arus kas adalah perubahan yang terjadi dalam perkiraan kas suatu periode tertentu. Aliran...

J. OTKK

 TUGAS 1.Jelaskan yang dimaksud dengan anggaran laba rugi 2.Sebutkan ada 7 tahapan proses untuk menyusun anggaran pendapatan dan belanja 3.Jelaskan fungsi perencanaan pada fungsi anggaran pendapatan dan belanja 4.Sebutkan 3 asas pengelolaan keuangan negara 5.Sebutkan 3 asas klasik dalam mengelola keuangan

I. ANGGARAN INDUK

   ANGGARAN INDUK Anggaran induk adalah rencana keuangan komprehensif utk keseluruhan organisasi yang terdiri atas berbagai anggaran individual.  Anggaran induk dapat disusun untuk satu perusahaan sebagai satu kesatuan dan dapat disusun sebagai divisi laba.  Anggaran induk dibagi dua:  1. Anggaran Operasi, menjelaskan aktivitas yang menghasilkan pendapatan untuk perusahaan : penjualan, produksi, dan persediaan barang. Anggaran operasi terdiri dari laporan laba rugi yg dianggarkan serta beberapa data pendukung : a. Anggaran Penjualan Anggaran penjualan merupakan suatu penentuan jumlah unit penjualan yang diperkirakan akan dijual di dalam suatu perusahaan untuk periode yang akan datang. Pada umumnya anggaran penjualan ini akan menyebutkan jumlah unit yang dijual serta harga jual per unit produk tersebut untuk masing-masing daerah penjualan yang ada. b. Anggaran Produksi Anggaran produksi dapat disusun setelah mengetahui berapa besar renca...

H. MEMAHAMI PROSEDUR PENYUSUNAN ANGGARAN

  MEMAHAMI PROSEDUR PENYUSUNAN ANGGARAN   Ada tahapan yang perlu diperhatikan untuk menyusun anggaran pendapatan dan belanja. Blocher dkk dalam bukunya berjudul Cost Management (2000. 356) menuliskan ada 7 tahapan proses untuk menyusun anggaran pendapatan dan belanja. 1. Membentuk Komite Sebagian besar organisasi pasti memiliki komite yang bertugas untuk menentukan dan mengawasi anggaran pendapatan dan belanja perusahaan.Umumnya, komite terdiri atas direktur umum, wakil direktur umum, dan manajer keuangan. 2. Menyusun periode anggaran Anggaran umumnya disusun untuk suatu periode tertentu. Periode tersebut dapat dilakukan untuk jangka waktu satu tahun atau satu bulan sejalan dengan periode fiskal organisasi 3. Penerbitan Pedoman Mengembangkan pedoman yang mengatur penyusunan anggaran, untuk disebarkan kepada semua manajer. Pedoman ini dinyatakan secara implisit dalam rencana strategis dan dimodifikasi sesuai dengan perkembangan yang telah terjadi semenjak disetuj...

G. MEMAHAMI ASAS PENGELOLAAN KEUANGAN

  MEMAHAMI ASAS PENGELOLAAN KEUANGAN A.Asas Umum Keuangan pribadi maupun organisasi perlu untuk dikelola dengan baik. Tiap organisasi umumnya memiliki kebijakannya masing-masing. Namun, terdapat prinsip-prinsip yang berlaku secara global. Berikut ini penjelasan mengenai prinsip pengelolaan keuangan secara global. 1.Konsistensi Konsistensi berarti tetap teratur.ketidak konsistenan dalam pengelolaan keuangan umumnya menunjukan bahwa ada kejanggalan dalam proses penggunaan keuangan. 2.Akuntabilitas Akuntabilitas berorientasi pada hasil, mengandung makna bahwa setiap pengguna anggaran wajib menjawab dan menerangkan kinerja organisasi atas keberhasilan atau kegagalan suatu program yang menjadi tanggung jawabnya. 3.Transparansi atau keterbukaan Keterbukaan dalam pengelolaan keuangan negara, mewajibkan adanya keterbukaan dalam pembahasan, penetapan, dan  erhitungan anggaran serta atas hasil pengawasan oleh lembaga audit yang independen. 4.Integritas Dalam melaksan...