Langsung ke konten utama

D. MENGETIK




MENGETIK


A. PENGERTIAN MENGETIK

Mengetik adalah memasukan data berupa tulisan atau angka ke dalam komputer menggunakan keyboard.

B. METODE MENGETIK

1.  Metode 10 Jari
Metode mengetik 10 (sepuluh) jari adalah metode di mana tiap jari melakukan ketikan pada tuts yang telah ditentukan batasnya.  Pada metode ini gerakan jari harus dilakukan dengan ketikan-ketikan teratur dan dibuat seakan-akan otomatis yang keadaannya tergantung semata-mata pada perasaan (touch feeling) kita.
Teknik mengketik atau menombol tuts menggunakan mesin ketik manual membutuhkan ketikan yang lebih kuat dari pada menggunakan keyboard komputer. Hal ini dikarenakan keyboard komputer sifatnya lebih mudah ditekan atau ditombol dibandingkan mesin ketik manual.
Oleh karena itu ketikan atau penombolannya harus dilakukan dengan lembut (soft touch system).

2.  Sistem Membuta
Pada sistem ini pada saat mengetik, maka seluruh perasaan dan pandangan tertuju pada naskah dan tidak boleh melihat tuts atau melihat hasil ketikan pada mesin ketik atau layar monitor.  Jari-jari secara otomatis harus dapat melakukan tugasnya pada tuts yang sudah ditentukan, karena itu tidak perlu lagi melihat tuts. Jadi dapat disimpulkan bahwa mengetik dengan sistem membuta adalah mengetik dengan hanya melihat naskah tanpa melihat tuts atau hasil ketikan.

3.  Sistem Berirama
Sistem berirama adalah suatu system dimana jarak jatuhnya ketikan jari waktu mengetik harus sama dan berurutan sehingga menghasilkan bunyi dan irama yang sama

Petunjuk dasar mengetik
Persiapan mengetik
a.Aktifkan lembar kerja ms word
b.Mengatur setting halaman (margin dan ukuran kertas)
c.Mengatur orientasi kertas
d.Mengatur lompatan tab ketika tombol “tab” ditekan
e.Mengatur spasi dan paragraf
Letak naskah
Cara yang tepat meletakan naskah adalah disebelah kanan komputer dan agak menyerong menghadap pengetik
Sikap mengetik

Posisi Duduk yang Baik saat Mengetik

1.Posisi paha horizontal, sejajar dengan lantai
2.Posisi telapak kaki menapak ke tanah. Bila tidak, berarti posisi duduk Anda terlalu tinggi
3.Bantalan kursi menopang punggung bagian bawah, sehingga punggung tetap tegak
4.Rubah posisi duduk Anda secara berkala selama bekerja, karena duduk dalam posisi yang tetap dalam jangka waktu lama bisa menyebabkan ketidaknyamanan
5.Punggung santai tapi tidak membungkuk
6.Kepala tidak membungkuk atau terlalu condong ke depan

Posisi Meja

1.Letakkan keyboard pada posisi yang membuat lengan terasa rileks
2.Posisi siku dengan meja membentuk sudut 90 derajat
3.Pergelangan tangan pada posisi netral, lurus dan nyaman
4.Saat mengetik, pergelangan tangan berada pada posisi yang tetap, namun bisa menjangkau tombol keyboard dengan jari
5.Tempatkan mouse dekat dengan keyboard, sehingga tak perlu menggerakan tangan terlalu jauh untuk meraihnya

Setelan Monitor

1.Pastikan layar monitor dalam kondisi bersih, sehingga tak ada noda yang menghalangi pandangan mata
2.Atur setelan brighthness dan kontras layar secukupnya sehingga nyaman bagi mata
3.Atur posisi tak layar monitor agar tak memantulkan cahaya yang menyilaukan mata
4.Atur posisi bagian atas layar sejajar atau sedikit di bawah pandangan mata
5.Jarak antara mata ke layar antara 50-60 cm



Postingan populer dari blog ini

Q. Macam-Macam Sistem Penyimpanan Arsip

  Macam-Macam Sistem Penyimpanan Arsip   Macam sistem penyimpanan arsip ada 5 (lima) sistem yaitu:  a. Sistem Abjad (Alphabetical Filling System) :  adalah salah satu sistem penataan berkas yang umumnya dipergunakan untuk menata berkas yang berurutan dari A sampai dengan Z dengan berpedoman pada peraturan mengindeks. Umumnya dipakai untuk arsip yang dasar penyusunannya dilakukan terhadap nama orang, nama perusahaan/ organisasi, nama tempat, nama benda dan subjek masalah. Nama-nama diambil dari nama si pengirim (surat masuk) dan nama alamat yang dituju (surat keluar). Contoh berdasarkan abjad b. Sistem Masalah/Perihal (Subject Filling System ) : Adalah salah satu sistem penataan berkas berdasarkan kegiatan-kegiatan yang berkenaan dengan masalah-masalah yang berhubungan dengan perusahaan yang menggunakan sistem ini. Contoh berdasarkan masalah   c. Sistem Nomor (Numerical Filling System) :  Adalah s...

L. CARA MENGELOLA KOMPETENSI PERSONAL | ETIKA PROFESI

  CARA MENGELOLA KOMPETENSI PERSONAL Kompetensi personal adalah Kemampuan atau kecakapan seseorang untuk berkinerja. Kinerja (prestasi kerja) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Efektif tidaknya suatu hasil kerja sangat dipengaruhi oleh pengetahuan, keterampilan serta perilaku yang sesuai dengan tuntutan pekerjaan. Mengelola kompetensi personal berarti kepandaian seseorang untuk mengelola kemampuan dan kecakapan yang dimilikinya dengan prestasi kerja serta sikap yang baik sehingga dapat memuaskan pemberi kerja dan sesuai dengan tujuan perusahaan. Mengelola kompetensi personal dapat dilakukan dengan cara menjaga kepribadian dan presentasi diri, menambah kemampuan dengan pelatihan pendidikan serta pengembangan karir. 1. Menjaga Kepribadian a) Menjaga kepribadian yang baik Kepribadian adalah ciri, karakteristik, gaya atau sifat–sifat yang memang k...

B. MEMAHAMI RUANG LINGKUP ADMINISTRASI KEUANGAN

MEMAHAMI RUANG LINGKUP ADMINISTRASI KEUANGAN Berikut ini ruang lingkup dari administrasi keuangan menurut beberapa ahli a.Menurut The Liang Gie, ruang lingkup administrasi keuangan meliputi segenap rangkaian kegiatan penataan penyusunan anggaran, penerimaan, pembukuan, dan pertanggungjawaban b.Menurut Arikunto, ruang lingkup administrasi keuangan merupakan kegiatan pengelolan keuangan meliputi budgeting (anggaan), accounting (pembukuan), serta auditing (pemeriksaan laporan keuangan) A.Pengertian Administrasi Keuangan Negara Pengertian keuangan Negara/daerah dikemukakan oleh beberapa ahli.Menurut M. Hadi, administrasi keuangan RI. 1980 : “Administrasi keuangan Negara adalah semua hak dan kewajiban yang dapat dinilai dengan uang, demikian pula segala sesuatu baik uang maupun barang yang dapat dijadikan milik Negara, berhubungan dengan pelaksanaan hak dan kewajiban dimaksud.” Sedangkan menurut Otto Ekstein, dalam public finance mengemukakan bahwa : “Keuangan Nega...