TATA NASKAH SURAT-MENYURAT
BAHASA INDONESIA
A.DASAR-DASAR SURAT
1.Pengertian Surat
Apa itu surat? Berikut ini
pengertian surat menurut beberapa ahli serta sumber referensi yang dikutip dari
buku Korespondensi Niaga Indonesia karangan Murwaningsih (2003: 1).
a. The Liang Gie
Dari segi bahannya, surat
termasuk dalam kategori warkat. Menurut The Liang Gie, warkat merupakan setiap
catatan tertulis atau bergambar yang memuat keterangan mengenai sesuatu hal
atau peristiwa yang dibuat oleh orang untuk membantu ingatannya.
b. Drs. Thomas Wijasa
Bratawidjaja, MBA
Surat-menyurat juga disebut
korespondensi. Menurut Thomas, korespondensi merupakan sarana komunikasi
tertulis sesuai fungsi dan tujuan yang ingin dicapai.
c. Sikka Mutiara Silmi
Surat adalah sehelai kertas
atau lebih yang digunakan untuk mengadakan komunikasi secara tertulis.
d. Buku Pedoman
Surat-menyurat
Dalam buku Pedoman
Surat-menyurat, surat merupakan segenap pekerjaan yang berhubungan dengan surat
sebagai alat komunikasi dan sebagai warkat ketatausahaan.
e. Buku Petnjuk Administrasi
Umum
Menurut Buku Petunjuk
Administrasi Umum Departemen Pertahanan dan Keamanan, surat merupakan suatu
alat penyampaian berita secara tertulis yang berisi pemberitahuan, pernyataan,
permintaan kepada pihak lain.
2. Fungsi Surat
Seperti diketahui bahwa
surat merupakan sarana komunikasi tulis yang digunakan untuk menyampaikan pesan
dari satu pihak kepada pihak lain. Sebagai sarana komunikasi tulis, surat
memiliki beberapa fungsi. Mengutip buku Donni Juni Priansa dan Agus Garnid
berjudul Manajemen Perkantoran, dijelaskan fungsi surat, sebagai berikut.
a. Alat Dokumentasi
b. Alat Pengingat
c. Bukti Historis
d. Pedoman Pelaksanaan
Pekerjaan
e. Duta Organisasi
f. Sarana Promosi
3 Jenis Jenis Surat
Dalam aktivitas kantor
maupun sehari-hari, terdapat beragam kepentingan sebagai akibat dari beragam jenis
aktivitas. Seiring beragam kepentingan tersebut, terdapat beberapa jenis surat.
Oleh karena itu, langkah pertama menulis surat adalah menentukan informasi yang
akan disampaikan. Hal ini untuk menentukan jenis surat yang akan dibuat.
Ada beberapa jenis surat,
yaitu sebagai berikut.
A. BERDASARKAN SIFAT DAN
ASAL SURAT
Berdasarkan sifat dan asal
surat, surat dibedakan menjadi berikut ini.
1) Surat pribadi, yaitu
surat yang isinya bersifat pribadi yang tidak semua orang dapat mengetahui.
2) Surat resmi, yaitu surat
yang isinya berkenaan dengan kepentingan organisasi atau perusahaan.
3) Surat sosial, yaitu surat
yang dibuat oleh berbagai lembaga sosial.
4) Surat niaga, yaitu surat
yang isinya memuat persoalan niaga dan dibuat oleh suatu badan usaha atau
perusahaan.
5) Surat dinas, yaitu surat
yang isinya menyangkut segisegi kedinasan dalam administrasi pemerintahan dan
oleh instansi pemerintah.
B. BERDASARKAN KEAMANAN ISI
BERDASARKAN KEAMANAN ISI SURAT YANG TERKANDUNG
di dalamnya, surat dibedakan
menjadi berikut ini.
1) Surat sangat rahasia,
yaitu surat yang hanya digunakan sebagai dokumen yang berhubungan erat dengan
keamanan negara. Surat ini biasanya ditandai dengan tulisan ”SRHS" atau
”SR" dan sampulnya rangkap tiga.
2) Surat rahasia, yaitu
surat yang isinya tidak boleh diketahui oleh orang lain. Surat ini biasama
menggunakan sampul rangkap dan ditandai dengan tulisan ”RHS" atau “R”.
3) Surat konfidensial, yaitu
surat yang isinya cukup diketahui oleh pejabat yang bersangkutan.
4) Surat biasa, yaitu surat
yang tidak akan menimbulkan akibat buruk atau merugikan organisasi maupun
pejabat yang bersangkutan meskipun isinya dibaca atau diketahui oleh orang
lain.
C. BERDASARKAN URGENSI
PENYELESAIAN
Berdasarkan kepentingan
untuk ditindaklanjuti, surat dibedakan menjadi berikut ini.
1.Sangat segera, yaitu surat
yang membutuhkan jawaban sesegera mungkin sehingga harus menjadi prioritas
pertama.
2.Segera, yaitu surat yang
membutuhkan tanggapan segera oleh penerima tetapi tidak perlu diprioritaskan
pertama seperti surat sangat segera.
3.Biasa, yaitu surat yang
tidak membutuhkan jawaban sangat segera atau segera.
D.BERDASARKAN BANYAKNYA
SASARAN
Berdasarkan banyaknya
sasaran yang hendak dicapai, jenis surat meliputi berikut ini.
1.Surat biasa, yaitu surat
yang dikirim hanya untuk seseorang atau alamat tertentu saja.
2.Surat edaran, yaitu surat
yang ditujukan kepada beberapa orang atau pejabat tertentu dengan kemungkinan
disampaikan kepada lingkup yang lebih luas.
3.Pengumuman, yaitu surat yang
ditujukan ke sejumlah orang atau pejabat yang namanya tidak dapat disebut satu
per satu.
E.BERDASARKAN DINAS POS
Penggolongan surat
berdasarkan dinas pos berkaitan dengan kecepatan pengiriman, surat dibedakan
menjadi berikut ini.
1.Surat biasa, yakni surat
yang dikirimkan dengan menempel prangko yang termurah.
2.Surat kilat, yakni surat
yang pemberangkatan dan pengantarannya lebih diutamakan dari surat biasa, serta
diusahakan sampai dalam waktu 1 x 24 jam. Pengirimannya dilakukan dengan
menggunakan prangko yang telah ditentukan oleh Kantor Pos dan lebih mahal
daripada prangko surat biasa.
3.Surat kilat khusus, yaitu
surat yang dijamin pengirimannya selama 1 x 24 jam, dengan syarat terdapat
jaringan pada daerah yang akan dikirimi Surat kilat khusus ini.
4.Perlengkapan Surat
Beberapa perlengkapan yang
dibutuhkan untuk membuat surat, yaitu sebagai berikut.
a.Kertas
Media untuk menulis surat
adalah kertas. Di antara beragam ukuran kertas, untuk membuat surat sebaiknya
memilih kertas ukuran folio, A4 = 210 mm x 297 mm, atau 205 mm x 254 mm yang
biasanya disebut ukuran kuarto.
b. Sampul Surat
Sampul surat adalah lipatan
kertas yang dilem atau amplopyang digunakan untuk membungkus surat Berdasarkan
ukuran kertas yang dipakai, sampul surat dibagi menjadi berikut ini.
1.Sampul persegi empat, yang
digunakan untuk kertas ukuran kuarto.
2.Sampul persegi panjang,
yang digunakan untuk kertas ukuran folio (surat dinas).
3.Sampul berjendela, yang
digunakan untuk surat telegram penulisan alamat yang dituju tidak ada sampul
Sedangkan berdasarkan wujudnya, sampul dapat dibedakan menjadi empat macam,
yaitu berikut ini.
1.Banker, sampul yang
membuka bagian yang memanjang.
2.Pucket envelopes, sampul
yang membuka bagian yang pendek
3.Window envelopes, sampul
yang memakai jendela dengan tutup kertas kaca dan digunakan untuk Surat
telegeram.
4.Aperture envelopes,
seperti window envelopes tetapi tidak memakai kertas kaca.
Sebelum dimasukkan ke dalam
sampul, surat terlebih dahulu harus dilipat. Berikut ini berbagai lipatan
surat.
c.Perlengkapan Lain
Perlengkapan lain yang
diperlukan yakni alat tulis seperti bolpoin, pensil, dan sebagainya. Di samping
itu, terdapat juga benda-benda pos yang dijual di kantor pos, seperti kartu
pos, warkat pos, dan wesel pos.
5. Syarat Surat yang Baik
Surat yang baik harus
memenuhi kriteria berikut.
a. Disusun dengan teknik
penyusunan yang benar, meliputi berikut ini.
1) Ditulis pada kertas
sesuai dengan ukuran umum.
2) Tata letak bagian-bagian
surat (bentuk surat) harus disusun tepat sesuai aturan atau pedoman yang telah
ditentukan.
3) Ketikan harus benar,
jelas, bersih, rapi, dan dengan format yang menarik.
b. Surat ditulis secara
secara ringkas, jelas, dan eksplisit agar penerima dapat memahami isi surat
dengan jelas, tepat, dan tidak ragu-ragu. Hal ini juga membuat pengirim surat
memperoleh surat balasan secara cepat.
c.Menggunakan bahasa
Indonesia baku, sesuai kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar. Hal ini
meliputi pemilihan kata, ejaan, bentuk kata, maupun kalimatnya. Gunakan kalimat
efektif, yang sopan dan menarik, serta menunjukkan sikap hormat, sepan, dan
simpatik.
B.BAGIAN-BAGIAN SURAT
1. Kepala Surat/ Kop Surat
Kepala surat atau yang bisa juga disebut dengan kop surat merupakan bagian
teratas dalam sebuah surat. Fungsi penyertaan kepala surat tersebut tidak
terlepas dari pemberian informasi mengenai nama, alamat, kegiatan dari lembaga
tersebut serta juga bisa menjadi alat promosi. Bagian surat yang pertama ini
berisi:
-Logo atau lambang dari sebuah instansi, lembaga, perusahaan atau
organisasi,
-Nama instansi, lembaga, perusahaan, atau organisasi tersebut,
-Alamat instansi, lembaga, perusahaan, atau organisasi tersebut,
-Nomor telepon, kode pos, alamat email atau alamat web.
Biasanya setelah penulisan kepala surat atau kop surat terdapat sebuah garis
horizontal pemisah yang memisahkan antara kepala surat dengan bagian-bagian
surat yang lain seperti tempat dan tanggal pembuatan.
2. Tempat dan Tanggal Surat
Pencantuman tempat dan tanggal surat tersendiri ditujukan untuk memberikan
informasi mengenai tempat dan tanggal penulisan surat tersebut. Untuk tempat
biasanya tidak dicantumkan kembali jika tempat sudah ditulis di kepala surat
yang berupa alamat instansi. Tapi bagi surat bukan resmi yang tidak memiliki
kepala surat, wajib menuliskan tempat di bagian surat ke 2 ini.
Contoh:
Jakarta, 3 Januari 2014
Cirebon, 18 Mei 1990
3.Subjek Surat
a. Nomor Surat
Sebuah surat resmi yang mewakili sebuah lembaga, instansi, perusahaan atau
organisasi biasanya menggunakan penomoran terhadap surat yang dikeluarkan atau
yang diterima. Nomor surat biasanya meliputi nomor urut penulisan surat, kode
surat, tanggal, bulan dan tahun penulisan surat. Penomoran surat tersebut
berfungsi untuk:
-Memudahkan pengaturan, baik untuk penyimpanan maupun penemuannya kembali
apabila diperlukan
-Mengetahui jumlah surat yang diterima dan yang dikeluarkan oleh
organisasi, lembaga atau perusahaan
-Memudahkan pengklasifikasian surat berdasarkan isinya
-Penunjukan secara akurat sumber dalam hubungan surat menyurat.
Contoh:
Nomor: 023/PMR/05/12/2013
Nomor: 042/PRMK/28/08/2013
b. Lampiran
Bagian lampiran merupakan bagian penjelas yang menginformasikan bahwa ada
sejumlah berkas atau dokumen yang disertakan dalam surat tersebut. Jika tidak
terdapat berkas atau dokumen yang dilampirkan, maka bagian lampiran bisa
ditiadakan.
c. Hal
Pada bagian surat ke lima ini berisi hal atau perihal. Hal berfungsi
memberikan petunjuk bagi pembaca mengenai pokok isi surat tersebut.
4. Objek Surat
. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menulis Objek Surat,
hal-hal tersebut adalah sebagai berikut:
-Kata “kepada” pada alamat dalam sebenarnya tidak harus ada. Kata “kepada”
dirasa berlebihan karena sudah ada kata “YTH/ yang terhormat”
-Menggunakan kata “Yang terhormat” yang bisa disingkat menjadi “YTH”
-Menggunakan kata “Bapak”, “Ibu” atau “Sdr” jika yang dituju adalah
seseorang bukan nama instasi. Kata “Bapak, Ibu, Sdr” selalu ditulis dengan
huruf kapital diawal kata dan diikuti oleh nama orang.
-Di setiap bari pada bagian alamat dalam tidak diakhiri oleh tanda titik.
-Menuliskan alamat orang atau lembaga yang dituju, lengkap lebih bagus.
Contoh:
Yth. Bapak Sugiono
Kepala Sekolah SMA Karang Tengah 01
Jalan Mawar, Losari Lor
Brebes, 52255
5. Salam Pembuka
Bagian surat yang ke 7 adalah salam pembuka yang berfungsi sebagai sapaan
dalam surat. Salam pembuka ditulis dengan huruf kapital di awal dan diakhiri
oleh tanda koma.
Contoh:
Dengan hormat,
Salam pramuka,
Assalamualaikum wr.wb.
6. Isi Surat
-Pembuka
Pembuka merupakan alenia pertama yang berfungsi sebagai pengantar atau
pendahuluan terhadap infomrasi yang disampaikan di alenia isi.
-Isi
Alendia isi berisi informasi yang akan disampaikan.
-Penutup
Sedangkan alenia penutup ini berisi ucapan terima kasih atau harapan dari
penulis surat kepada pembaca surat.
7. Salam Penutup
Salam penutup merupakan penutup surat yang biasanya menggunakan kata:
“Hormat saya, Hormat kami, Wassalam”. Penulisan salam penutup tersebut seperti
salam pembuka, diawali oleh huruf kapital dan diakhiri oleh tanda koma.
8.Nama Jelas Pengirim dan Tanda tanganSetelah salam penutup,
terdapat nama jelas pengirim surat beserta tanda tangannya.
9. Tembusan
Tembusan merupakan bagian surat yang menunjukkan pihak atau orang lain yang
juga berhak mendapatkan surat tersebut.
Contoh:
Tembusan:
1. Kepala SMA Negeri 01 Tanjung
2. Pembina OSIS SMA Negeri 01 Tanjung
10. Inisial
Inisial disebut juga sandi, yaitu kode pengenal yang berupa singkatan nama
pengonsep dan singkatan nama pengetik surat. Inisial atau sandi berguna untuk
mengetahui siapa pengonsep dan pengetik surat sehingga jika terjadi kesalahan
dalam surat tersebut, pengonsep dan pengetik surat dapat dihubungi dengan
mudah. Nama pengonsep disingkat dengan huruf kapital, nama pengetik disingkat
dengan huruf kecil.
Inisial ditempatkan di bagian bawah di sebelah kanan.
Contoh:
BS / rs (pengonsep Bambang Siswanto, pengetik Restu Suryani)
