Langsung ke konten utama

N. POLA KEGIATAN ADMINISTRASI DAN PROSEDUR PENCATATAN SURAT | ADUM | 14

 

POLA KEGIATAN ADMINISTRASI DAN PROSEDUR PENCATATAN SURAT

A. POLA KEGIATAN ADMINISTRASI

Dalam penyelenggaraan kegiatan administrasi, ada dua pola yang digunakan, yaitu :

 

1. Pola Sentralisasi

    Pola ini merupakan penanganan berkas yang dilakukan secara terpusat, yaitu ada unit tata usaha atau sekretariat dalam sebuah kantor atau perusahaan yang bertugas menangani administrasi seluruh bagian yang ada dalam kantor tersebut. Unit ini memiliki pekerja yang bertugas khusus untuk menangani satu bidang pekerjaan tertentu, seperti juru terima surat, juru catat, dan juru simpan. 

    Pada umumnya pola ini lebih banyak digunakan oleh lembaga pemerintahan atau BUMN, Namun tidak menutup kemungkinan ada beberapa lembaga swasta yang menggunakan pola ini. Penerapan administrasi sentralisasi ini dapat memungkinkan untuk mengontrol dengan baik semua kegiatan administrasi dalam sebuah kantor karena pengurusan seluruh administrasinya terpusat pada satu unit.



2. Pola Desentralisasi

    Pada pola Desentralisasi, kegiatan administrasi dilakukan disetiap bagian dari unit yang ada pada kantor. Artinya tidak ada unit tata usaha atau sekretariat di lingkungan kantor yang secara khusus disiapkan untuk menangani kegiatan administrasi. Kegiatan administrasi dilakukan di masing-masing bagian atau unit yang dilakukan oleh seorang sekretaris atau dibantu oleh beberapa orang tenaga administrasi. Saat ini, Pola desentrasilasi lebih banyak digunakan oleh perusahaan ataupun kantor, terutama perusahaan-perusahaan swasta, karena lebih efisien dan lebih cepat dalam pengangan administrasinya.

 

 B. PROSEDUR PENCATATAN SURAT/DOKUMEN MASUK DAN KELUAR

 PENGERTIAN SURAT MASUK DAN KELUAR

Surat masuk adalah surat yang diterima oleh suatu organisasi/perusahaan yang berasal dari seseorang/dari suatu organisasi.

Sedangkan surat keluar adalah surat yang dikeluarkan suatu organisasi/perusahaan untuk dikirimkan kepada pihak lain, baik perorangan maupun kelompok.

PERLENGKAPAN DALAM PENANGANA SURAT

1.Baki surat ( tray )

Alat ini berguna sebagai tempat dari berkas yang ada, selain itu dapat berguna untuk berbagai jenis berkas menurut keperluannya.

2. Buku agenda surat masuk dan keluar

Buku agenda ini harus disediakan jika pengurusan surat menggunakan sistem buku agenda.

3. Kartu kendali

     Peralatan ini harus disediakan jika pengurusan surat menggunakan sistem kartu kendali.

     4. Secretaries Desk file

Kumpulan map dengan kode, jenis klasifikasi pekerjaan sesuai dengan kelompok berkas yang ditangani.

5. Alat Tulis

Contoh alat tulis antaralain, pulpen,pensil, penggaris, kertas, catatan,stapler, dan penjepit kertas.

 

    6. Kertas dan akplop
Kertas dengan kop surat atau kertas polos dan amplop berbagai ukuran.

 

     7. Alat Pembuka Surat
Depat berupa alat manual seperti pisau, gunting atau yang elektrik dengan mesin pemuka surat.

     8. Stempel

    Stempel tanggal terima dan stempel perusahaan.

     9. Buku ekspedisi dan Formulir tanda terima
Buku ekspedisi digunakan pada pola sentralisasi.

 

    10.Lembar Disposisi
Lembar isi ini untuk mencatat instruksi dari pimpinan berkaitan dengan proses tindak lanjut dari surat yang diterima dari pihak lain. Lembar ini digunakan pada pola sentralisasi. Pada pola disentralisasi,disposisi langsung pada suratnya.


Postingan populer dari blog ini

Q. Macam-Macam Sistem Penyimpanan Arsip

  Macam-Macam Sistem Penyimpanan Arsip   Macam sistem penyimpanan arsip ada 5 (lima) sistem yaitu:  a. Sistem Abjad (Alphabetical Filling System) :  adalah salah satu sistem penataan berkas yang umumnya dipergunakan untuk menata berkas yang berurutan dari A sampai dengan Z dengan berpedoman pada peraturan mengindeks. Umumnya dipakai untuk arsip yang dasar penyusunannya dilakukan terhadap nama orang, nama perusahaan/ organisasi, nama tempat, nama benda dan subjek masalah. Nama-nama diambil dari nama si pengirim (surat masuk) dan nama alamat yang dituju (surat keluar). Contoh berdasarkan abjad b. Sistem Masalah/Perihal (Subject Filling System ) : Adalah salah satu sistem penataan berkas berdasarkan kegiatan-kegiatan yang berkenaan dengan masalah-masalah yang berhubungan dengan perusahaan yang menggunakan sistem ini. Contoh berdasarkan masalah   c. Sistem Nomor (Numerical Filling System) :  Adalah s...

L. CARA MENGELOLA KOMPETENSI PERSONAL | ETIKA PROFESI

  CARA MENGELOLA KOMPETENSI PERSONAL Kompetensi personal adalah Kemampuan atau kecakapan seseorang untuk berkinerja. Kinerja (prestasi kerja) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Efektif tidaknya suatu hasil kerja sangat dipengaruhi oleh pengetahuan, keterampilan serta perilaku yang sesuai dengan tuntutan pekerjaan. Mengelola kompetensi personal berarti kepandaian seseorang untuk mengelola kemampuan dan kecakapan yang dimilikinya dengan prestasi kerja serta sikap yang baik sehingga dapat memuaskan pemberi kerja dan sesuai dengan tujuan perusahaan. Mengelola kompetensi personal dapat dilakukan dengan cara menjaga kepribadian dan presentasi diri, menambah kemampuan dengan pelatihan pendidikan serta pengembangan karir. 1. Menjaga Kepribadian a) Menjaga kepribadian yang baik Kepribadian adalah ciri, karakteristik, gaya atau sifat–sifat yang memang k...

B. MEMAHAMI RUANG LINGKUP ADMINISTRASI KEUANGAN

MEMAHAMI RUANG LINGKUP ADMINISTRASI KEUANGAN Berikut ini ruang lingkup dari administrasi keuangan menurut beberapa ahli a.Menurut The Liang Gie, ruang lingkup administrasi keuangan meliputi segenap rangkaian kegiatan penataan penyusunan anggaran, penerimaan, pembukuan, dan pertanggungjawaban b.Menurut Arikunto, ruang lingkup administrasi keuangan merupakan kegiatan pengelolan keuangan meliputi budgeting (anggaan), accounting (pembukuan), serta auditing (pemeriksaan laporan keuangan) A.Pengertian Administrasi Keuangan Negara Pengertian keuangan Negara/daerah dikemukakan oleh beberapa ahli.Menurut M. Hadi, administrasi keuangan RI. 1980 : “Administrasi keuangan Negara adalah semua hak dan kewajiban yang dapat dinilai dengan uang, demikian pula segala sesuatu baik uang maupun barang yang dapat dijadikan milik Negara, berhubungan dengan pelaksanaan hak dan kewajiban dimaksud.” Sedangkan menurut Otto Ekstein, dalam public finance mengemukakan bahwa : “Keuangan Nega...