Langsung ke konten utama

MENGEVALUASI KEGIATAN ADMINISTRASI KANTOR

Mengevaluasi Kegiatan Administrasi Kantor

A.    Pengertian Laporan

Menurut Harahap (2013 : 105) laporan keuangan menggambarkan kondisi keuangan dan hasil usaha suatu perusahaan pada saat tertentu atau jangka waktu tertentu. Adapun jenis laporan keuangan yang lazim dikenal adalah neraca, laporan laba rugi, atau hasil usaha, laporan arus kas, laporan perubahan posisi keuangan.

B.    Fungsi Laporan

1.    Bentuk pertanggungjawaban

2.    Alat penyampaian informasi

3.    Alat pengawasan

4.    Bahan penilaian

5.    Bahan pengambilan keputusan

C.   Tujuan Laporan

1.    Laporan bertujuan untuk mengatasi masalah

2.    Laporan bertujuan untuk menetapkan langkah perusahaan

3.    Laporan bertujuan untuk mengetahui perkembangan perusahaan

4.    Laporan bertujuan untuk mengadakan pengawasan

5.    Laporan bertujuan untuk menemukan teknik baru dalam menyelesaikan suatu pekerjaan

D.   Syarat-syarat pembuatan laporan

1.    Laporan yang dibuat harus jelas dan cermat

2.    Laporan harus mengandung kebenaran dan objektifitas

3.    Laporan harus lengkap

4.    Laporan harus tegas dan konsisten

5.    Laporan harus langsung mengenai sasaran

6.    Laporan harus disampaikan kepada orang dan alamat yang tepat

7.    Laporan sebaiknya disertai dengan saran-saran

8.    Laporan harus dibuat tepat waktu

E.    Jenis-jenis laporan

1.    Berdasarkan waktu pembuatan

A.    Laporan berkala

B.    Laporan insidental

2.    Berdasarkan bentuk

A.    Laporan berbentuk surat

B.    Laporan berbentuk makalah

C.   Laporan berbentuk memo

3.    Berdasarkan penyampaian

A.    Laporan lisan

B.    Laporan tertulis

C.   Laporan visual

4.    Berdasarkan keamanan

A.    Laporan biasa

B.    Laporan rahasia

C.   Laporan sangat rahasia

5.    Berdasarkan isinya

A.    Laporan informatif

B.    Laporan rekomendasi

C.   Laporan analisis

D.   Laporan kelayakan

E.    Laporan pertanggungjawaban

6.    Berdasarkan lingkup materi

A.    Laporan umum

B.    Laporan khusus

 

 

 

 

Postingan populer dari blog ini

Q. Macam-Macam Sistem Penyimpanan Arsip

  Macam-Macam Sistem Penyimpanan Arsip   Macam sistem penyimpanan arsip ada 5 (lima) sistem yaitu:  a. Sistem Abjad (Alphabetical Filling System) :  adalah salah satu sistem penataan berkas yang umumnya dipergunakan untuk menata berkas yang berurutan dari A sampai dengan Z dengan berpedoman pada peraturan mengindeks. Umumnya dipakai untuk arsip yang dasar penyusunannya dilakukan terhadap nama orang, nama perusahaan/ organisasi, nama tempat, nama benda dan subjek masalah. Nama-nama diambil dari nama si pengirim (surat masuk) dan nama alamat yang dituju (surat keluar). Contoh berdasarkan abjad b. Sistem Masalah/Perihal (Subject Filling System ) : Adalah salah satu sistem penataan berkas berdasarkan kegiatan-kegiatan yang berkenaan dengan masalah-masalah yang berhubungan dengan perusahaan yang menggunakan sistem ini. Contoh berdasarkan masalah   c. Sistem Nomor (Numerical Filling System) :  Adalah s...

S. Menerapkan Prosedur Kegiatan Rapat Teleconference

  Menerapkan Prosedur Kegiatan Rapat Teleconference     PENGERTIAN TELECONFERENCE Teleconference adalah  suatu komunikasi yang dilakukan beberapa orang yang biasanya antara satu orang dengan orang lainnya berada dalam jarak yang jauh atau tidak berada dalam satu ruangan .   FUNGSI & KEGUNAAN TELECONFERENCE Jadi, fungsi dan kegunaan teleconference sendiri dalam kehidupan sehari-hari ada banyak. Di zaman yang serba canggih ini dimana jarak bukan lagi suatu halangan, teknologi teleconference menjadi salah satu hal yang bisa mendekatkan kita dengan orang lain yang berada di jarak yang jauh. Dengan teleconference kita bisa berkomunikasi dengan sanak saudara yang berada di tempat-tempat berbeda, melakukan pertemuan tanpa harus datang ke satu tempat yang sama. Ini bisa menghemat waktu dan pengeluaran atau biaya perjalanan. Media untuk melakukan teleconference sendiri saat ini lebih mengandalkan koneksi internet. Namun untuk bisa melakukannya, dibutu...

L. CARA MENGELOLA KOMPETENSI PERSONAL | ETIKA PROFESI

  CARA MENGELOLA KOMPETENSI PERSONAL Kompetensi personal adalah Kemampuan atau kecakapan seseorang untuk berkinerja. Kinerja (prestasi kerja) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Efektif tidaknya suatu hasil kerja sangat dipengaruhi oleh pengetahuan, keterampilan serta perilaku yang sesuai dengan tuntutan pekerjaan. Mengelola kompetensi personal berarti kepandaian seseorang untuk mengelola kemampuan dan kecakapan yang dimilikinya dengan prestasi kerja serta sikap yang baik sehingga dapat memuaskan pemberi kerja dan sesuai dengan tujuan perusahaan. Mengelola kompetensi personal dapat dilakukan dengan cara menjaga kepribadian dan presentasi diri, menambah kemampuan dengan pelatihan pendidikan serta pengembangan karir. 1. Menjaga Kepribadian a) Menjaga kepribadian yang baik Kepribadian adalah ciri, karakteristik, gaya atau sifat–sifat yang memang k...