Langsung ke konten utama

T. Cara Menata Ruang Kerja Kantor

SILAHKAN ISI ABSEN TERLEBIH DAHULU

 


Cara Menata Ruang Kerja Kantor

      Beberapa cara untuk menata ruang kerja kantor, cara ini dikenal dengan sebutan 5R , yaitu : (1)Ringkas, (2) rapi, (3) rawat, (4) resik, (5) rileks.

Ringkas

      Ringkas perlu diterapkan dalam menata ruang kerja kantor, karena ruang kantor luasnya terbatas dan fungsinya adalah untuk melaksanakan pekerjaan, jika terlalu banyak barang maka membuat ruangan terlihat penuh dan tidak enak dipandang. Meja kerja pada umumnya memiliki dua laci atau lebih, tetapi seringkali barang-barang di dalamnya dibiarkan berserakan begitu saja di laci pertama. Pengadaan dua laci ini untuk penyimpanan barang-barang yang tidak diperlukan di atas meja supaya di masukkan ke dalam laci, agar saat bekerja bisa sedikit leluasa untuk bergerak.

      Pada meja kerja dengan dua laci, misalnya, laci pertama (atas) untuk keperluan kantor dan laci kedua (bawah) untuk keperluan pribadi. Proses ini membutuhkan sikap disiplin pribadi, di samping juga memperbaiki sistem penyimpanan, pencatatan dan meningkatkan kemampuan keryawan dalam bekerja lebih efektif.

Rapi

      Setelah ringkas diterapkan, semua barang atau alat-alat kerja, berkas-berkas yang tidak diperlukan telah disingkirkan, yang tertinggal hanya beberapa barang yang diperlukan saja. Selanjutnya perlu ditata sedemikian rupa untuk mencapai ruangan menjadi rapi. Langkah yang harus dilakukan untuk mencapai kerapian dengan melakukan pengklasifikasian atau pengelompokan berdasarkan jenis, fungsi, besar kecilnya, bentuknya, terakhir adalah meletakkannya.

      Dalam tataruang yang terlebih dulu diletakkan adalah barang-barang yang paling besar ukurannya, karena akan membutuhkan tempat yang paling banyak, kemudian baru diikuti oleh barang yang sedikit besar lainnya dan seterusnya sampai barang-barang yang kecil.

Rawat

      Pemahaman mengenai rawat yaitu mempertahankan keadaan yang sudah ringkas, parian resik setiap hari secara terus menerus. Artinya kondisi ruangan kerja kantor yang sudah tertata tersebut jangan sampai berantakan kembali. Komitmen para pegawai juga diperlukan, sehingga penggunaan alat-alat, buku dan berkas tidak akan merubah penataan, setelah selesai penggunaan dikembalikan seperti semula.

Resik

      Resik berarti membersihkan lingkungan kerja, termasuk di dalamnya, mesin dan alat kerja, lantai tempat kerja, dan di setiap bagian di dalam tempat kerja. Ada sebuah pembuktian yang patut dianut, membersihkan berarti memeriksa. Pegawai atau operator yang membersihkan alat-alat dapat menemukan berbagai fungsi yang gagal, yang dapat segera diatasi dan dapat berfungsi kembali, tidak perlu lama menunggu proses pekerjaan.

Rileks

      Upaya membuat ruangan ringkas, rapi, rawat disempurnakan dengan tambahan lainnya agar menimbulkan suasana yang rileks. Seorang karyawan kantor yang nekerja 8 jam perhari pasti sering mengalami jenuh dengan tugas-tugas yang banyak, maka membutuhkan suasana yang bisa membuat rileks. Untuk membuat suasana yang rileks, setiap orang berbeda-beda, ada orang yang suka melihat lukisan pemandangan, melihat foto, melihat ikan di akuarium, ada yang suka mendengarkan musik, dsb. Karena itu masing-masing pegawai pengguna ruangan tersebut dapat menambahkan alat yang diperlukan untuk merileksnkan dirinya.

Postingan populer dari blog ini

Q. Macam-Macam Sistem Penyimpanan Arsip

  Macam-Macam Sistem Penyimpanan Arsip   Macam sistem penyimpanan arsip ada 5 (lima) sistem yaitu:  a. Sistem Abjad (Alphabetical Filling System) :  adalah salah satu sistem penataan berkas yang umumnya dipergunakan untuk menata berkas yang berurutan dari A sampai dengan Z dengan berpedoman pada peraturan mengindeks. Umumnya dipakai untuk arsip yang dasar penyusunannya dilakukan terhadap nama orang, nama perusahaan/ organisasi, nama tempat, nama benda dan subjek masalah. Nama-nama diambil dari nama si pengirim (surat masuk) dan nama alamat yang dituju (surat keluar). Contoh berdasarkan abjad b. Sistem Masalah/Perihal (Subject Filling System ) : Adalah salah satu sistem penataan berkas berdasarkan kegiatan-kegiatan yang berkenaan dengan masalah-masalah yang berhubungan dengan perusahaan yang menggunakan sistem ini. Contoh berdasarkan masalah   c. Sistem Nomor (Numerical Filling System) :  Adalah s...

L. CARA MENGELOLA KOMPETENSI PERSONAL | ETIKA PROFESI

  CARA MENGELOLA KOMPETENSI PERSONAL Kompetensi personal adalah Kemampuan atau kecakapan seseorang untuk berkinerja. Kinerja (prestasi kerja) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Efektif tidaknya suatu hasil kerja sangat dipengaruhi oleh pengetahuan, keterampilan serta perilaku yang sesuai dengan tuntutan pekerjaan. Mengelola kompetensi personal berarti kepandaian seseorang untuk mengelola kemampuan dan kecakapan yang dimilikinya dengan prestasi kerja serta sikap yang baik sehingga dapat memuaskan pemberi kerja dan sesuai dengan tujuan perusahaan. Mengelola kompetensi personal dapat dilakukan dengan cara menjaga kepribadian dan presentasi diri, menambah kemampuan dengan pelatihan pendidikan serta pengembangan karir. 1. Menjaga Kepribadian a) Menjaga kepribadian yang baik Kepribadian adalah ciri, karakteristik, gaya atau sifat–sifat yang memang k...

B. MEMAHAMI RUANG LINGKUP ADMINISTRASI KEUANGAN

MEMAHAMI RUANG LINGKUP ADMINISTRASI KEUANGAN Berikut ini ruang lingkup dari administrasi keuangan menurut beberapa ahli a.Menurut The Liang Gie, ruang lingkup administrasi keuangan meliputi segenap rangkaian kegiatan penataan penyusunan anggaran, penerimaan, pembukuan, dan pertanggungjawaban b.Menurut Arikunto, ruang lingkup administrasi keuangan merupakan kegiatan pengelolan keuangan meliputi budgeting (anggaan), accounting (pembukuan), serta auditing (pemeriksaan laporan keuangan) A.Pengertian Administrasi Keuangan Negara Pengertian keuangan Negara/daerah dikemukakan oleh beberapa ahli.Menurut M. Hadi, administrasi keuangan RI. 1980 : “Administrasi keuangan Negara adalah semua hak dan kewajiban yang dapat dinilai dengan uang, demikian pula segala sesuatu baik uang maupun barang yang dapat dijadikan milik Negara, berhubungan dengan pelaksanaan hak dan kewajiban dimaksud.” Sedangkan menurut Otto Ekstein, dalam public finance mengemukakan bahwa : “Keuangan Nega...